Rintik Sendu
keheningan malam menjadi teman sepi
nalarku menari nari disepanjang sunyi
terlintas kejadian yang mungkin saja terjadi, mungkin saja tidak
sesak lagi lagi datang
entah ku lukis seperti apa malamku ini
entah ku isi seperti apa sepiku ini
nalar, logika, hati enggan berdamai
mungkin terlalu jauh berangan
mungkin juga terlalu merindu
entah rindu menjadi sendu
entah sepi semakin kelabu
ruang kosong itu masih tetap kosong
pudar sudah warnanya terkikis waktu
yang putih berganti menjadi abu-abu
sisi-sinya retak tak beraturan
seperti guncangan pernah menghampirinya
lagi lagi sendu yang mengisinya
yang mungkin takkan beranjak jauh dari sisi kosongnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar