Minggu, 12 April 2020

Rintik Sendu

keheningan malam menjadi teman sepi
nalarku menari nari disepanjang sunyi
terlintas kejadian yang mungkin saja terjadi,  mungkin saja tidak
sesak lagi lagi datang
entah ku lukis seperti apa malamku ini
entah ku isi seperti apa sepiku ini
nalar, logika, hati enggan berdamai
mungkin terlalu jauh berangan
mungkin juga terlalu merindu
entah rindu menjadi sendu
entah sepi semakin kelabu
ruang kosong itu masih tetap kosong
pudar sudah warnanya terkikis waktu
yang putih berganti menjadi abu-abu
sisi-sinya retak tak beraturan
seperti guncangan pernah menghampirinya
lagi lagi sendu yang mengisinya
yang mungkin takkan beranjak jauh dari sisi kosongnya

Sabtu, 29 Februari 2020

hari ini
kembali merasakan remuk redam seperti dahulu kala
merasakan sakit yang selalu ku coba sembuhkan
merasakan sembilu yang menusuk jantung
pada orang yang sama, pada cinta yang sama ku labuhkan sebuah harap namun tak berlogika
ku ingin menyapa dalam ketidakpastian ini namun ku urungkan untuk tidak lagi melukai rindu ini
ingin ku bercengkrama namun engkau tak bergeming
luluh lantak rasa dalam dada ini, takkala ku mengingat dirimu
kadang kubertanya di kala kesendirian mengapa ada jumpa dan merajut asmara kembali? namun takkan pernah ku temui jawabannya
kini ku terdiam dalam sebuah ketidak tahuan ini semua
entah apa punca dari semua ini
yang aku tau hatiku patah lagi pada orang yang sama
rinduku harus ku bunuh lagi dan lagi



#sajakrontah
#sugiarniarafah

Jumat, 17 Januari 2020

lemahku adalah ketika namamu ku ukir di dalam hati dan menetap disana,  ketika kutau ketidakmungkinan bisa saja terjadi

lemahku adalah menaruh harapan pada sebuah nama yakni namamu,  ketika logikaku menolak untuk berdamai

lemahku adalah ketika suatu yang kuketahui akan menyakitiku namun tetap mendamaikan diri dalam ketidakpastian

lemahku adalah ketika hatiku memilihmu dan logikaku menyangkal untuk mencintaimu

ketika logikaku menyebut itu kebodohan, namun mengapa hatiku menyebutnya cinta, ketika kutakmampu menolak semuanya, mengapa jiwaku yang tangguh menjadi kelemahanku?
kusebut kau puisi yang rumit karna memberi gejolak pada setiap nalar dan hati yang masih enggan berdamai....

#sajakrontah
#sugiarniarafah

Selasa, 10 Desember 2019

sajak itu tak lagi terlukis
sejenak terhenti untuk mengistirahatkan penat
bukan berarti berakhir
tapi memilih diam dalam ketidak harmonisan suasana hati
diam adalah bahasa ambigu yang tak semua orang mengerti artinya
dan nalarpun tak mampu mencernanya
desember kali ini memang kelabu
untuk para penikmat sepi yang tak dirindukan

#sajakrontah
#desemberkelabu

Senin, 02 Desember 2019

sejenak menertawakan diri sendiri
sepertinya desember menjadi bulan kelabu untuk para pemimpi dan perindu sepertiku
yang hanya mampu menulis sajak rindu yang abu abu
ahhh waktu, lagi lagi kamu mempermainkanku
lagi lagi hanya bisa menulis clue diatas ketidak harmonisan antara logika, hati,  dan situasi
aku hanya rindu itu itu saja
lagi lagi aku egois

#desemberkelabu
#perinduabu
#sajakrontah